Metode Jitu Memperoleh Gadget Idaman

posted on 08 Aug 2015 13:38 by pakarteknonet
Bagi dengan belum memiliki Blackberry, siapa yang tidak terganggu ketika melihat seseorang sedang asyik mengetik pesan di Blackberry Messenger (BBM) ataupun berkicau di Twitter tanpa harus hidup di depan komputer ataupun pergi ke warung internet (warnet)?

Blackberry hanyalah salah satu dari suri gadget (Menurut Cambridge Advanced Learner' s Dictionary, gadget berarti a small device or machine with a particular purpose) yang berseliweran dan mudah dijumpai. Bervariasi macam gadget secara tipe, model, sifat dan fasilitas yang masing-masing memiliki otoritas dapat ditemui dengan gampang di pasar.

beligajet.com tidak hanya dimonopoli oleh orang mendalam saja. Siswa sekolah dasar kini sudah biasa mulai asyik berseloroh dengan gadget dalam tangannya. Tidak hanya smartphone yang meronce miliki, jika menyatakan pada definisi gadget menurut Cambridge di atas, mereka pula terlihat asyik main games dengan urusan sebagai hiburan & alat bermain-main.

Daya dari gadget merupakan inovasi yang terus dilakukan. Hampir di setiap hari dapat dijumpai gadget-gadget versi teranyar dengan keunggulan yang lebih tinggi dibandingkan dengan gadget dengan muncul sebelumnya. Kalau sudah demikian, tersedia keinginan dari seseorang, baik yang tutup memiliki edisi sebelumnya atau yang belum memiliki, memiliki gadget tersebut.

Itulah pribadi. Senantiasa timbul keperluan dan tidak ada rasa puas. Jika sudah biasa memiliki sesuatu yang diimpikan, maka akan timbul keinginan menyalin sesuatu hal yang lebih lagi. Galib. Lalu, bagaimana kalau keinginan dan mencicip tidak puas tampak untuk memiliki satu buah gadget?



Sebetulnya, terdapat banyak cara yang bisa dilakukan apabila ingin mendapat gadget idaman. Beberapa cara yang direkomendasikan serta tidak direkomendasikan mampu dilakukan supaya gadget tersebut bisa dalam genggaman.

Menabung

Untuk mereka yang hendak memiliki gadget namun, belum memiliki tabungan yang cukup, menaruhkan adalah salah satu kesukaan. Saya pribadi pernah memiliki pengalaman ini. Saat itu, beta ingin membeli satu handphone yang dari sisi saya harganya sedang mahal. Ada tawaran untuk kredit handphone, namun saya tak tertarik mengambilnya karena khawatir tidak bisa membayar angsuran bulanan. Maklum, masih anak kuliah.

Dengan bermodalkan uang saku & hasil kerja kecil-kecilan, saya menyisihkan uang untuk membeli handphone yang ingin hamba miliki. Beberapa hari kemudian, saya berproses membelinya. Namanya pun manusia dan teknologi terus berkembang, kala saya membeli handphone tersebut, beberapa tarikh kemudian muncul produk lain yang akan saya miliki. Barangkali hal ini pun Anda alami?

Menunang orang tua

Cara tersebut mungkin hanya ditujukan bagi mereka yang memiliki orang tua yang berkecukupan finansial. Perbandingan harga adalah sesuatu hal yang relatif, oleh sebab ini beberapa kalangan hendak menilai ketika mengeluarkan uang misalnya Rp 2. 000. 000 (dua juta rupiah) untuk membeli 1 buah gadget akan dipersepsi sebagai harga secara sangat murah / bisa juga dinilai mahal.

Jika hendak meminta orang tua membelikan sebuah gadget, nilailah dulu kemampuan finansial orang tua. Ada penuh anak yang tinggal meminta sekian juta untuk membeli Blackberry ke orang tua dan langsung diberi. Wajar karena kemampuan finansial keluarga tersebut super kuat. Namun bila sebaliknya, akan bertambah bijaksana jika bingung dan menimbang-nimbang terlebih dahulu. Menabung mungkin menjadi jalan secara tepat, meskipun kudu waktu yang periode.

Ada seorang fren yang "menantang" sosok tuanya, yaitu secara cara jika dia berprestasi maka dia bisa mendapatkan jasad yang dia inginkan. Setelah terjadi niat, teman tersebut betul-betul belajar hingga meraih prestasi yang super. Hasilnya, dia memperoleh gadget idamannya. Terdapat sisi positifnya pula.

Comment

Comment:

Tweet